Ada empat buah lilin yang menyala dengan terang. Suasana begitu hening
hingga terdengarlah percakapan mereka.
Lilin pertama berkata,
“Aku
adalah kedamaian.
Tidak ada seorang pun yang mampu menjaga cahayaku di
segala kondisi.
Aku yakin bahwa aku harus pergi
dan aku merasa tidak
mempunyai alasan
untuk tetap tinggal.”
Lilin itu pun memadamkan
cahayanya dengan menguranginya secara berangsur–angsur hingga
cahayanya benar–benar lenyap.
Lilin kedua berkata,
Lilin kedua berkata,
“Aku adalah iman.”
Satu hembusan angin pun bertiup
dan memadamkan cahayanya secara total.
Ketika gilirannya tiba,
Ketika gilirannya tiba,
dengan sedih lilin ketiga berkata,
“Aku adalah kasih
sayang.
Aku tidak mempunyai kemampuan
untuk terus ada.
Tidak ada lagi
seseorang
yang mempedulikan aku,
sedang orang–orang tidak menghormati
nilai–nilaiku dan mereka melupakan
kasih sayang orang
yang paling
dekat dengan mereka.”
Tiba–tiba, ada seorang anak kecil
Tiba–tiba, ada seorang anak kecil
masuk
ke kamar itu dan menyaksikan
apa yang terjadi dengan ketiga lilin itu.
Anak kecil itu pun mulai menangis.
Saat itulah lilin keempat angkat
bicara
dan berkata,
“Jangan takut, hai anakku.
Selama aku masih ada,
kita mampu menyalakan kembali
tiga lilin itu.
Aku adalah harapan.”
Dengan mata yang berseri–seri,
Dengan mata yang berseri–seri,
anak kecil itu meraih lilin harapan
dan mulai menyalakan
ketiga lilin lainnya.
Sinar harapan tidak boleh padam
dari kehidupan kita.
Dengan itu, manusia mampu menjaga
iman,
kedamaian,
dan kasih sayang.
http://eposlima.blogspot.com/2015/02/cerita-motivasi-pendek-4-lilin.html






