Senin, April 6

EMpat lilin

Ada empat buah lilin yang menyala dengan terang. Suasana begitu hening hingga terdengarlah percakapan mereka. 
Lilin pertama berkata, 
“Aku adalah kedamaian. 
Tidak ada seorang pun yang mampu menjaga cahayaku di segala kondisi. 
Aku yakin bahwa aku harus pergi 
dan aku merasa tidak mempunyai alasan 
untuk tetap tinggal.” 
 Lilin itu pun memadamkan cahayanya dengan menguranginya secara berangsur–angsur hingga cahayanya benar–benar lenyap.

Lilin kedua berkata, 
“Aku adalah iman.” 
Satu hembusan angin pun bertiup 
dan memadamkan cahayanya secara total.

Ketika gilirannya tiba, 
dengan sedih lilin ketiga berkata, 
“Aku adalah kasih sayang. 
Aku tidak mempunyai kemampuan 
untuk terus ada.
Tidak ada lagi seseorang 
yang mempedulikan aku, 
sedang orang–orang tidak menghormati 
 nilai–nilaiku dan mereka melupakan 
kasih sayang orang 
yang paling dekat dengan mereka.”

Tiba–tiba, ada seorang anak kecil 
masuk ke kamar itu dan menyaksikan 
apa yang terjadi dengan ketiga lilin itu. 
 Anak kecil itu pun mulai menangis. 
Saat itulah lilin keempat angkat bicara 
dan berkata, 
“Jangan takut, hai anakku. 
Selama aku masih ada, 
kita mampu menyalakan kembali 
tiga lilin itu. 
Aku adalah harapan.”

Dengan mata yang berseri–seri, 
anak kecil itu meraih lilin harapan 
dan mulai menyalakan 
ketiga lilin lainnya.
 
 

Sinar harapan tidak boleh padam 
dari kehidupan kita. 
Dengan itu, manusia mampu menjaga 
iman, 
kedamaian, 
dan kasih sayang.
 
 
 
http://eposlima.blogspot.com/2015/02/cerita-motivasi-pendek-4-lilin.html

Rabu, Juni 11

kelimpahan KASIH

Nyanyikanlah nyanyian baru 
bagi TUHAN,
sebab Ia telah melakukan 
perbuatan-perbuatan yang ajaib;
keselamatan telah dikerjakan 
kepada-Nya 
oleh tangan-Nya, 
oleh lengan-Nya yang kudus.



Sering kali kita lupa 
ataupun merasa tidak perlu 
untuk bersyukur 
atas setiap hal 
yang telah kita terima 
dari Tuhan.

Kita merasa biasa 
atas udara yang kita hirup,
atas kesehatan 
yang sudah dianugerahkan 
selama ini, 
atas rejeki yang kita peroleh, 
atas orang tua 
yang telah melahirkan 
dan menjaga kita, 
dan masih banyak hal lain 
yang telah kita terima 
dari Tuhan.


Tuhan,
sadarkanlah diriku
atas segala hal yang aku terima
dari kelimpahan kasih-MU
....













11062014
copas_LUCIE_MARIE
sabda kehidupan










Rabu, April 11

PERCAYALAH
kepada Allah
dengan segenap hatimu,
dan jangan bersandar
kepada 
pengertianmu sendiri...

Akuilah 
DIA 
dalam segala lakumu...
maka
IA akan meluruskan
jalanmu.
Janganlah engkau menganggap
dirimu sendiri 
BIJAK.....







*serialamsal*

Rabu, Maret 28

R 351 KO

Terik di ufuk timur, 
menyambut keyakinan langkahku.
canda kepolosan sang bocah
mengiringi semangat pendengaranku,
'tuk tetap berpihak dengan nuraniku.

Ya,
semakin tegap ku buat jejak kaki ini 
memasuki pelataranmu.
Aku sujud, mencoba tuk bertahan,
mencoba belajar tuk lebih  mengerti
arti sebuah kata maaf.

Kebenaran memang harus di buka.
kebenaran memerdekakan orang.
Hari ini aku ingin merdeka.
bukan karena seleraku,...
bukan karena taktikku....
juga bukan untuk mengikat
simpati erat-erat...

“Kalau kita mengikuti selera, 
ada seribu satu macam selera.
...

...
Tapi, kalau kita mau mengikuti kebenaran,
itu hanya satu,
dan selalu berisiko.”

Ya,
Kita mesti banyak belajar dari-Nya,
hidup berprinsip,
tidak goyah,
tidak terkecoh oleh pandangan mayoritas,
tidak marah bila dilawan
dan tidak goyah
alias ...
tetap bertahan bila dikritik.

...
...
...






*hr.trakhir.terinspirasi.coretan.rm.simon*

Selasa, Maret 20

meNYATU_kan


menyatukan
kehendak dan realitas.

Setiap orang berkehendak kuat
untuk meraih sesuatu yang baik dan benar.
Namun,
kehendak itu sering runtuh
saat berbenturan dengan realitas,
akibat dari kelemahan diri
yang suka enggan dan lamban.

Orang biasa menunda dan berlambat,
pun pula oleh karena rasa takut akan risiko besar
yang mesti ditanggung.

Niat dan tekad tak berguna
apabila tidak menyentuh realitas.
Hidup indah sebagai murid-Nya
mesti diuji dalam tanur api.

Kita pantas yakin,
bahwa Allah sendiri hadir untuk menguatkan
apabila kita berani menghadapi tantangan
tanpa menunda-nunda.



cr_270611
by_kwek


Jumat, Januari 27

meREMEHkan


Di sebuah desa ada seorang petani yang sederhana, tekun dan saleh. Hasil pertaniannya selalu melimpah. Ia hidup bahagia dengan istri dan ketiga anaknya.
Setelah panen, anak pertama minta dibelikan sepeda motor. Ia kemudian pergi ke kota untuk membeli sepeda motor. Karena takut dirampok, ia membawa uang dalam gulungan tikar. Dengan penampilan seperti itu tak seorang pun mengira bahwa ia memiliki banyak uang.
Sesampainya di toko sepeda motor, seorang pelayan menghapirinya. Ia langsung menyodorkan uang receh dan menyuruhnya pergi. Dengan agak terkejut dan sopan si petani itu berkata,Saya ke sini bukan untuk meminta-minta tetapi membeli sepeda motor.”
Dengan sinis, sang pelayan berkata,Kalau kamu memang punya uang, 3 buah sepeda motor ini 5 juta kontan!” Kata si petani tua itu, “Benarkah demikian?” Si pelayan toko pun menaikkan nada suaranya, “Saya bukan anak kecil!” Mendengar kata-kata itu, ia keluar ke jalan dan menemui polisi. Ia menarik tangan polisi menuju toko tersebut. Sang polisi pun marah sekali. Segera ia menjelaskan apa yang dikatakan si pelayan toko, dan selanjutnya sang polisi diminta untuk menjadi saksi dalam transaksi.
Si petani tua segera membuka gulungan tikar yang dibawanya. Baik polisi maupun pelayan toko tak menyangka, bila gulungan tikar tersebut berisi uang sebanyak 100 juta. Pelayan toko dan polisi terbengong-bengong melihatnya. Dengan sangat malu pelayan toko itu memberikan 3 buah sepeda motor dengan harga 5 juta rupiah.
Pesan atas kisah tersebut ialah, jangan pernah meremehkan siapa pun.

Kamis, Januari 19

Sen_jA


Senja merambat perlahan menuju gelapnya malam.
Tak banyak kata mengiringi jalannya.
Namun cukup membuat mendung cuaca..


Hanya berjalan pelan, menunduk,
Bagi musuh yang takluk
Terasa tak berdaya sebagai seorang makluk


Aku tahu ada risau di sana…
Ada kekecewaan yang mendalam
Muncul kekuatiran…


Senja semakin mendekat  sang malam
Aku dengar semakin bergemuruh perasaannya
Apa yang ingin dikatakan kepada sang malam


Senja ,
Katakana kepada sang malam:
“Aku ingin melewati gelapnya awan “


Jangan takut tuk lewati semakin hitamnya awan
Hilangkan segala perasaan yang bergemuruh tak karuan
Sebab di ujung sana, menanti secercah harapan..


Sinar mentari pagi akan menghangatkanmu….
Beningnya embun pagi akan menyegarkanmu
Bersama nyanyian pagi yang menenangkan hatimu




180112_23.23

Rabu, Januari 11

hanya DoA


Kamu berusaha
memasukkan makanan dalam mulut,
tetapi kamu tidak bisa
mengusahakan rasa lapar.
Kamu dapat mengusahakan
terlentang diatas tempat tidur,
tapi tidak bisa mengusahakan tidur.
Kamu dapat merawat tubuhmu,
tapi tidak dapat mengusahakan
kesehatan…”
Kiranya memang demikianlah
seluruh hidup ini
diselenggarakan secara ajaib
oleh Tuhan.
Doa
bukan sekedar tempat
yang menghubungkan kita dengan Allah.
Doa juga adalah tempat
kita percaya akan hadirnya
rahmat Allah di dalam
hidup ini.
Bahkan,
kalau ada diantara kita bertanya
adakah  hal-hal dalam hidup kita
yang hanya bisa dihadapi dengan doa?
Ada!

“Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa."

….
……
moDDY_CrFEB’09

Senin, Januari 9

keriklil

Tidak ada sedih dan kemurungan yang lahir begitu saja. Hanya karena bentuknya yang beragam, kadarnya yang berbeda-beda, ada yang kecil ada yang besar, kita sering dikacaukan oleh anggapan bahwa kesedihan itu, seolah-olah harus disebabkan oleh sebab-sebab yang besar saja. Kepada sebab-sebab yang kecil dan sederhana, kita jarang mau mengakui, atau malu mengakui. Karena betapa tidak gagah untuk mengakui ketersinggungan hanya karena seseorang kedapatan main klakson sembarangan di belakang motor atau mobil kita.

Klakson itu begitu kasarnya sehingga urusannya bukan lagi pekak di telinga melainkan pekak di hati. Tafsirnya bisa membesar dan makin membesar tergantung siapa kita ini dan dengan cara apa kita melabeli diri sendiri. Makin besar dan makin mahal label yang kita pajang, makin besarlah ketersinggungan ini. Tapi ini jalan raya, semua orang boleh menglakson dan diklakson, tanpa harus melihat dulu apakah kita ini seorang menteri atau walikota.

Cukup hanya dengan rasa direndahkan tanpa sengaja ini, di kantor kita bisa uring-uringan, dan di rumah masih disambung dengan membanting gelas. Jika ini belum meredakan kemarahan, singkirkan segera kucing piaraan karena ia bisa menjadi korban tendangan. Itulah yang sering disebut sebagai sedih tanpa alasan. Sebetulnya alasan itu jelas, tetapi terlalu kecil untuk diakui, terlalu mengada-ada untuk didiskusiksan. Sebab kecil inilah yang kemudian menjadi kerikil dalam sepatu dan menjadi kelilip di pelupuk mata. Ia kecil tetapi mengganggu karena berada di tempat yang peka. Tidak ada jalan lain untuk mengatasi persoalan ini kecuali dengan cara mengoperasinya.
kurangi rasa penting bagi diri sendiri dan tambahkan rasa penting bagi pihak lain.
Selalu temukan keriklil dalam sepatu dan singkirkan.

"Catatan Harian Sang Penggoda Indonesia". by_Prie GS