Sabtu, Desember 24

3_Ke


inti ibadah yang sejati adalah
berserah diri
Ada tiga belenggu
yang merintangi sikap
berserah diri total kepada Allah
yaitu:
ketakutan,
keangkuhan
dan kebimbangan.
Belenggu ketakutan dapat kita atasi
dengan menyadari betapa besar
kasih Allah kepada kita.
Keangkuhan dapat diatasi dengan
berani mengakui keterbatasan diri
dan membiarkan Allah
melaksanakan kehendak-Nya 
dalam diri kita.
Kebimbangan dapat diusir
dengan tidak mendekte
dan mencampuri pekerjaan Allah
dalam diri kita.

....
...
"Semoga Natal membawa 
damai dan sukacita
dalam diri kita"
...
...
...

Cr_des'11

Jumat, Desember 23

terseNYUM

kecerdasan adalah 
kecepatan untuk 
memahami segala sesuatu,
sedangkan kemampuan adalah 
kesanggupan untuk
bertindak bijaksana dalam 
menghadapi segala sesuatu...
....
lakukanlah semua kebaikan 
yang dapat kamu lakukan,
dengan segala kemampuanmu, 
dengan segala cara yang kamu bisa,
di segala tempat,
disetiap saat,
kepada semua orang,
selama kamu bisa,
....
pekerja keraslah yang memenangkan hari ini;
jadi
jangan kikir mengeluarkan daya!
kerahkanlah ketabahan;
dan,
...


...
tetap lah tersenyum...
...
...


intisari

Senin, Desember 19

B 41 K

...terimakasih 
Engkau 
selalu menyertai aku.
Kuatkanlah aku 
untuk
berani berkurban



demi tujuan 
yang baik
.....

Selasa, Desember 6

K 324 NG

Pada suatu hari 
seekor anak kerang di dasar laut 
mengadu dan mengeluh 
pada ibunya 
sebab sebutir pasir tajam 
memasuki tubuhnya 
yang merah dan lembek. 
“Anakku,” 
kata sang ibu 
sambil bercucuran air mata, 
“Tuhan tidak memberikan pada kita, 
bangsa kerang, 
sebuah tangan pun, 
sehingga Ibu tak bisa menolongmu.”
Si ibu terdiam, sejenak, 
“Sakit sekali, aku tahu anakku. 
Tetapi terimalah itu 
sebagai takdir alam. 
Kuatkan hatimu. 
Jangan terlalu lincah lagi. 
Kerahkan semangatmu 
melawan rasa ngilu 
dan nyeri yang menggigit. 
Balutlah pasir itu 
dengan getah perutmu. 
Hanya itu yang bisa kau perbuat”,
kata ibunya dengan sendu dan lembut.
Anak kerang pun melakukan 
nasihat bundanya. 
Ada hasilnya, 
tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. 
Kadang di tengah kesakitannya, 
ia meragukan nasihat ibunya. 
Dengan air mata ia bertahan, 
bertahun-tahun lamanya. 
Tetapi tanpa disadarinya 
sebutir mutiara mulai terbentuk 
dalam dagingnya. 
Makin lama makin halus. 
Rasa sakit pun makin berkurang. 
Dan semakin lama 
mutiaranya semakin besar. 
Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar. 
Akhirnya sesudah sekian tahun, 
sebutir mutiara besar, 
utuh mengkilap, 
dan berharga mahal pun terbentuk 
dengan sempurna. 

Penderitaannya berubah 
menjadi mutiara, 
air matanya berubah 
menjadi sangat berharga. 
Dirinya kini, 
sebagai hasil derita bertahun-tahun,
lebih berharga daripada 
sejuta kerang lain 
yang cuma disantap orang 
sebagai kerang rebus 
di pinggir jalan.


...
...
...
..
..
dongeng.org/dongeng-motivasi/anak-kerang.html

Jumat, Desember 2

menGUNtungkAn

...kesembuhan dan keselamatan...
Hal itulah yang dialami 
oleh dua orang buta yang percaya,
bahwa DIA mampu menyembuhkan.
"Jadilah kepadamu menurut imanmu."
Kepercayaan adalah langkah awal
dalam proses penyembuhan.
Kepercayaan adalah
hal penting yang mesti dibangun
dalam diri setiap orang
yang sakit dan menderita. 
...
Dalam kesempatan doa-doa
bersama orang sakit,
 kiranya kita dapat meneguhkan
keindahan iman kepercayaan
dalam diri setiap orang.
Sebaliknya,
keragu-raguan 
dan 
ketidakpercayaan diri
mengaburkan mata seseorang
untuk melihat masa depan
yang lebih baik.
….
Iman menjadi dasar 
bagi karya Allah
 yang memang semenjak awal
Dia menghendaki agar umat-Nya
hidup bahagia 
dan penuh sukacita.
...

...
Mari kita semakin percaya 
kepada-Nya,
sebab hidup dalam iman itu
sungguh 
menguntungkan!
__mo.GUN
…kiranya ENGKAU sudi dengarkanlah seruanku 'n kasihanilah ακΰ....

Kamis, Desember 1

A 2 EL

Allah yang mahakuasa,
pencipta umat manusia,
pada hari gembira ini
kami memuji kebesaran-Mu.
Engkau telah menciptakan
YOSEPHINE AURELIA PURNOMO
dengan penuh kasih.

Kami bersyukur kepada-Mu
karena misteri kejadiannya;
sungguh ajaiblah
yang telah Engkau kerjakan.
……
……
Terima kasih, ya Bapa,
atas penyertaan-Mu
sepanjang perjalanan hidupnya.
Terima kasih pula,
Engkau selalu membesarkan hatinya
di saat ia mengalami duka 
dan 
kecemasan.
Semoga hari bahagia ini
menguatkan imannya
akan Dikau.

Kami bersyukur kepada-Mu
atas segala 
anugerah yang ia terima
selama tahun yang silam.
Kami bersyukur kepada-Mu
karena segala simpati,
persahabatan dan kasih sayang
yang ia rasakan dari orangtua,
sanak saudara dan handai taulan.
Kami mohon
agar hari-hari 
yang akan ia lalui ini
membawa bahagia:
….

….

semoga Engkau menyertai dia 
hari ini,
besok, 
dan 
sepanjang hayatnya. 

Amin
...
..
.
selamat ulang tahun anakku
....
PS. 140

Kamis, November 24

S 484 R

Suatu hari guru bertanya 
kepada murid-muridnya, 
"Mengapa ketika seseorang 
sedang dalam keadaan marah, 
ia akan berbicara d
engan suara kuat 
atau berteriak?"

Seorang murid setelah berpikir 
cukup lama menjawab : 
"Karena saat seperti itu 
ia telah kehilangan kesabaran, 
karena itu ia berteriak."

Tapi sang guru balik bertanya, 
"Lawan bicaranya 
justru berada disampingnya, 
mengapa harus berteriak? 
Apakah ia tak dapat 
berbicara secara halus?"

Hampir semua murid 
memberikan alasan, 
namun tak satupun jawaban 
yg memuaskan.

Sang guru lalu berkata,  
"Ketika dua orang sedang berada 
dalam situasi kemarahan, 
jarak antara kedua hati mereka 
menjadi amat jauh walau 
secara fisik mereka begitu dekat. 
Karena itu, 
untuk mencapai jarak yang demikian, 
mereka harus berteriak. 
Namun anehnya 
semakin keras mereka berteriak, 
semakin pula mereka menjadi marah,
  degan sendirinya jarak hati 
yang ada diantara keduanya pun 
menjadi lebih jauh lagi. 
Karena itu mereka terpaksa 
berteriak lebih keras lagi."

Sang guru msh melanjutkan,  
"Sebaliknya, 
apa yg terjadi ketika dua orang 
saling jatuh cinta? 
Mereka bukan hanya tdk berteriak, 
namun ketika mereka berbicara 
suara yang keluar 
dari mulut mereka begitu 
halus & lembut. 
Anehnya...
sehalus apapun suara mereka, 
keduanya dapat mendengarkannya 
dengan begitu jelas. 
Mengapa demikian? 
Karena hati mereka begitu dekat, 
hati mrk tak berjarak. 
Pada akhirnya 
sepatah katapun tak perlu 
diucapkan lagi. 
Pandangan mata saja, 
amatlah cukup membuat mereka 
memahami apa yg ingin
mereka sampaikan."


Ketika kamu sedang dilanda 
kemarahan, 
janganlah hatimu 
menciptakan jarak.
Lebih lagi hendaknya kamu 
tidak mengucapkan 
kata yang mendatangkan jarak 
di antara kamu. 

Mungkin di saat seperti itu, 
sikap sabar dan 
tidak mengucapkan kata-kata 
adalah merupakan 
cara yg bijaksana.
Waktu akan membantumu
....
....
..
..
Gus_TAF. thank's broo...