Kamis, November 24

S 484 R

Suatu hari guru bertanya 
kepada murid-muridnya, 
"Mengapa ketika seseorang 
sedang dalam keadaan marah, 
ia akan berbicara d
engan suara kuat 
atau berteriak?"

Seorang murid setelah berpikir 
cukup lama menjawab : 
"Karena saat seperti itu 
ia telah kehilangan kesabaran, 
karena itu ia berteriak."

Tapi sang guru balik bertanya, 
"Lawan bicaranya 
justru berada disampingnya, 
mengapa harus berteriak? 
Apakah ia tak dapat 
berbicara secara halus?"

Hampir semua murid 
memberikan alasan, 
namun tak satupun jawaban 
yg memuaskan.

Sang guru lalu berkata,  
"Ketika dua orang sedang berada 
dalam situasi kemarahan, 
jarak antara kedua hati mereka 
menjadi amat jauh walau 
secara fisik mereka begitu dekat. 
Karena itu, 
untuk mencapai jarak yang demikian, 
mereka harus berteriak. 
Namun anehnya 
semakin keras mereka berteriak, 
semakin pula mereka menjadi marah,
  degan sendirinya jarak hati 
yang ada diantara keduanya pun 
menjadi lebih jauh lagi. 
Karena itu mereka terpaksa 
berteriak lebih keras lagi."

Sang guru msh melanjutkan,  
"Sebaliknya, 
apa yg terjadi ketika dua orang 
saling jatuh cinta? 
Mereka bukan hanya tdk berteriak, 
namun ketika mereka berbicara 
suara yang keluar 
dari mulut mereka begitu 
halus & lembut. 
Anehnya...
sehalus apapun suara mereka, 
keduanya dapat mendengarkannya 
dengan begitu jelas. 
Mengapa demikian? 
Karena hati mereka begitu dekat, 
hati mrk tak berjarak. 
Pada akhirnya 
sepatah katapun tak perlu 
diucapkan lagi. 
Pandangan mata saja, 
amatlah cukup membuat mereka 
memahami apa yg ingin
mereka sampaikan."


Ketika kamu sedang dilanda 
kemarahan, 
janganlah hatimu 
menciptakan jarak.
Lebih lagi hendaknya kamu 
tidak mengucapkan 
kata yang mendatangkan jarak 
di antara kamu. 

Mungkin di saat seperti itu, 
sikap sabar dan 
tidak mengucapkan kata-kata 
adalah merupakan 
cara yg bijaksana.
Waktu akan membantumu
....
....
..
..
Gus_TAF. thank's broo...

Tidak ada komentar: