Rabu, Maret 28

R 351 KO

Terik di ufuk timur, 
menyambut keyakinan langkahku.
canda kepolosan sang bocah
mengiringi semangat pendengaranku,
'tuk tetap berpihak dengan nuraniku.

Ya,
semakin tegap ku buat jejak kaki ini 
memasuki pelataranmu.
Aku sujud, mencoba tuk bertahan,
mencoba belajar tuk lebih  mengerti
arti sebuah kata maaf.

Kebenaran memang harus di buka.
kebenaran memerdekakan orang.
Hari ini aku ingin merdeka.
bukan karena seleraku,...
bukan karena taktikku....
juga bukan untuk mengikat
simpati erat-erat...

“Kalau kita mengikuti selera, 
ada seribu satu macam selera.
...

...
Tapi, kalau kita mau mengikuti kebenaran,
itu hanya satu,
dan selalu berisiko.”

Ya,
Kita mesti banyak belajar dari-Nya,
hidup berprinsip,
tidak goyah,
tidak terkecoh oleh pandangan mayoritas,
tidak marah bila dilawan
dan tidak goyah
alias ...
tetap bertahan bila dikritik.

...
...
...






*hr.trakhir.terinspirasi.coretan.rm.simon*

Tidak ada komentar: